Ku rasa mati hati
Kala sepi menyindirku lirih
Aku merasa benar-benar dibumikan
Ku rasa aku sama dengan si pemakan hati
Manusia yang ku Dewa-kan
Dan ku budakkan pemuji sejatiku
Kau ku lukis pada wajahnya
Seolah-olah itu Kamu
Tapi rasanya berbeda
Ku cermati langkah intuisi
ternyata aku hilang rasa
Rasaku terbawa oleh pengkhianat
Si Pemakan hati yang ku Dewa-kan
Dan ku kehilangan gairah hidupku
pada segelintir budak-budakku
Berharap mereka tak mengutukku
Tapi ternyata Tuhan membenarkan ketakutanku
Akulah korban, Aku pula tersangkanya !!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar