Bahagiakanlah ibuku seperti ia membahagiakanku
Sayangilah ia seperti ia menyayangiku
Jagalah ia seperti ia menjagaku
Tuntunlah ia seperti ia menuntunku dulu
hingga ku mampu berlari ke jalanMu
Tuhan....
Meski 1 jam tak sampai ku bercakap
dibawah pohon basah itu, ditengah dinginnya malam
kasihnya selalu hangat bagiku
Namun senyumnya malam ini mengiring kepergianku
didalam keranjang berjalan kota
hingga tangis bahagiaku seolah memadu gemercik hujan
Tuhan....
Tak kurasa aku semakin dewasa dan ia menua
Belum banyak yang bisa ku lakukan untuknya
Jika kau beri aku waktu
Aku ingin melihat senyumnya lagi
Aku tak ingin mendengar tangis dan keluh kesahnya lagi
Aku ingin melakukan hal lebih dari apa yang ku lakukan saat ini
Izinkan aku lebih membahagiakannya lagi
Hingga denyut ini tak berdenting lagi
hingga kelopak mataku mengatup
aku ingin setiap isyarat yang kulakukan menjadi kebahagiaannya
Beruntungnya aku memilikimu, IBU....
dibawah pohon basah itu, ditengah dinginnya malam
kasihnya selalu hangat bagiku
Namun senyumnya malam ini mengiring kepergianku
didalam keranjang berjalan kota
hingga tangis bahagiaku seolah memadu gemercik hujan
Tuhan....
Tak kurasa aku semakin dewasa dan ia menua
Belum banyak yang bisa ku lakukan untuknya
Jika kau beri aku waktu
Aku ingin melihat senyumnya lagi
Aku tak ingin mendengar tangis dan keluh kesahnya lagi
Aku ingin melakukan hal lebih dari apa yang ku lakukan saat ini
Izinkan aku lebih membahagiakannya lagi
Hingga denyut ini tak berdenting lagi
hingga kelopak mataku mengatup
aku ingin setiap isyarat yang kulakukan menjadi kebahagiaannya
Beruntungnya aku memilikimu, IBU....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar